Blogroll

Sejarah

Asal usul nama Tlomar Menurut cerita dari para sesepuh Desa

Cocok Tanam

cocok tanam para petani Desa

Rabu, 07 Mei 2014

Cegah Pencurian Motor, Pasar Ki Lemah Duwur Perketat Pengamanan

petugas pasar KLD tengah memeriksa STNK Motor Pengunjung-foto: Agus/MC.com
petugas pasar KLD tengah memeriksa STNK Motor Pengunjung-foto: Agus/MC.com
Bakal memasang CCTV I Oleh : Agus Budi
Maduracorner.com, Bangkalan – Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di Kota Bangkalan membuat Kepala pasar Ki Lemah Duwur memperketat kemanan di sekitar pasar KLD.
kepala Pasar KLD Moh Busro, mengatakan, pihaknya saat iini memperketat keamanan diwilayah pasar karena beberapa waktu lalu ada percobaan pencurian dilokasi parkiran pasar KLD. Dengan menggunakan kunci T. Jika sudah berhasil membuka kontak motor dengan kunci T, lalu pencuri mengelabuhi petugas parkir dengan cara mengganti Plat Nomor kendaraan sesuai STNK yang ada,”Makanya kendaraan dengan Plat Nomor tempelan ini sangat meresahkan bagi kami selaku petugas pasar,” kata Busro
Untuk mengantisipasi itu, pihaknya mengaku dalam waktu dekat akan memasang Closed Circuit Television (CCTV) dilokasi pintu keluar-masuk pasar KLD.”Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan dalam waktu dekat kami akan memasang CCTV,” tambahnya.
Sepeda motor yang menggunakan Plat Nomor tempelan akan mudah mengecoh petugas karena plat nomor tersebut mudah sekali diganti oleh pelaku pencurian.
”Kan tidak mungkin petugas memeriksa nomor mesin, meski menggunakan STNK, setelah dilihat plat nomor sudah sesuai dengan STNK ya sepada motor tersebut di perbolehkan keluar, itulah rawannya motor yang menggunakan plat nomor tempelan, Jadi solusinya harus ada CCTV, dan pengendara harus membuka helm saat masuk maupun keluar pasar” pungkasnya.
Upaya memperketat kemanan dilokasi pasar, juga diterjunkan seluruh patugas yang berjumlah 73 anggota termasuk satpol PP yang ditugaskan secara bergiliran.(gus/shb)

Minggu, 04 Mei 2014

Kramat : Makam Pangeran Asal Madura di Tanah Afrika

Masjid Kramat di Pulau Robben, Afrika Selatan

Sapekerap.Blogspot.com 07/12/2013 - Terdapat sebuah makam yang dikeramatkan di ujung Afrika, tepatnya berada di Pulau Robben, setengah jam perjalanan laut dari Cape Town. Di pulau inilah, dari total 27 tahun dibui, Nelson Mandela menghabiskan 18 tahun dalam tahanan.

Makam itu disebut oleh orang Afrika Selatan sebagai Kramat, sama dengan sebutan makam versi orang Indonesia. Tidak salah karena sosok yang dimakamkan di tempat tersebut adalah ulama besar asal Indonesia. Dia dikenal masyarakat setempat sebagai Sayed Abdurrahman Moturo, salah satu Pangeran dari Pulau Madura.

Moturo adalah salah satu imam pertama di Cape Town. Dia dibawa ke Cape Town sebagai tahanan politik VOC dengan kapal laut pada sekitar tahun 1740-an. Sayed Abdurrahman Moturo meninggal pada 1754 sementara Kramat di penjara Robben dibangun pada 1969.

Konon, di sekitar lokasi tidak hanya ada makam ulama dari Madura. Banyak juga tahanan politik VOC yang dimakamkan di Pulau Robben, kebanyakan dari Indonesia. Mereka juga disebut-sebut dengan tahanan politik pertama yang mendiami Pulau Robben, jauh sebelum pejuang apartheid seperti Mandela dijebloskan ke penjara pulau itu.

Pada saat itu, posisinya yang strategis sebagai jalur pelayaran menjadikan Cape Town pusat pertemuan budaya Afrika, Eropa dan Asia.

Kota ini dikembangkan oleh Jan van Riebeeck yang tinggal di Cape Town sejak 6 April 1652. Riebeeck adalah pejabat VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), perusahaan multinasional pertama di dunia. Orang Jawa lebih mengenal sebagai kumpeni. VOC adalah kongsi dagang yang berkuasa di Nusantara sejak 1602 hingga dibubarkan tahun 1800. Untuk kemudian, kekuasaannya diteruskan pemerintahan kolonial Belanda hingga tahun 1942.

Dalam perjalanan dari Belanda menuju Nusantara, Riebeck mengarungi Samudera Atlantik, hingga melintas di Cape Town. Posisi yang strategis membuat Cape Town menjadi transit bagi armada-armada VOC yang hendak berlayar ke India, maupun Timur Jauh.

Kedatangan Riebeeck pada 6 April 1652 memunculkan permukiman orang-orang Eropa pertama di Cape Town. Pengaruh VOC pula yang membuat Cape Town, lekat dengan Nusantara.

Cape Town seringkali menjadi lokasi pembuangan bagi para musuh VOC. Salah satu yang melegenda adalah Syekh Yusuf, bangsawan Makassar yang mengenalkan Islam ke Afrika Selatan. Begitu dihormatinya Syekh Yusuf, hingga dia mendapat anugerah pahlawan nasional Afrika Selatan.

Pada perjalanan ke arah timur dari pusat kota Cape Town menuju Sommerset West, terdapat sebuah perempatan, yang jika berbelok ke kanan memasuki Desa Macassar. Di sini pulalah terletak makam Syekh Yusuf, sering disebut orang setempat sebagai Kramat. Kramat Syekh Yusuf ini menjadi salah satu lokasi ziarah paling penting di Afrika Selatan.

Syekh Yusuf dan pengikutnya inilah yang menurunkan generasi melayu Cape Town atau Cape Malay. Komunitasnya masih bisa ditemui di Bokaap, tak jauh dari Long Street, Jalan Jaksa-nya Cape Town. Di Bokaap ini berdiri salah satu masjid tertua di Afrika Selatan.

Para keturunan Syekh Yusuf, konon sudah mencapai keturunan kesembilan, banyak dijumpai di Cape Town. Dengan sambutan ramah, mereka akan senang jika bertemu wisatawan asal Indonesia. Mereka mengerti kata-kata seperti "apa kabar" atau "terima kasih." Dan, mereka akan dengan senang hati mengantar siapapun yang ingin berkunjung ke makam Syekh Yusuf. Termasuk yang ingin datang ke Pulau Robben berziarah ke Kramat Moturo.

BATIK MADURA

Batik Telaga Biru Bangkalan

Batik Madura telah ada sejak zaman kerajaan. Kain batik Madura mulai dikenal masyarakat luas pada sekitar abad ke-XVI. Tokoh penting yang memperkenalkan kain batik ke Madura adalah Adipati Sumenep, Arya Wiraraja, yang merupakan teman dekat Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit.

Motif batik Madura memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh batik dari daerah lain. Ciri khas batik madura yang sangat mudah dikenali adalah adanya warna merah pada motif bunga, tangkai atau daun. Beberapa kalangan menilai, ada kesamaan motif kain batik Madura dengan batik Jogjakarta. Adanya kesamaan motif batik Madura dan Jogjakarta karena ada hubungan keluarga antara raja-raja Mataram dengan para pembesar kerajaan di Madura. Kerajaan Bangkalan pada zaman raja Cakraningrat I adalah bawaan Kesultanan Mataram yang dipimpin Sultan Agung.

Tradisi mengenai kain batik yang tertanam cukup kuat di kalangan masyarakat Madura telah membuat budaya membatik dan memakai kain batik terpelihara dengan baik di kalangan mereka. Bahkan ketika kain batik belum sepopuler seperti dewasa ini, masyarakat Madura tetap memproduksi dan mengenakan pakaian batik, karena batik merupakan bagian dari adat dan budaya mereka sehari-hari. Kini ketika kain batik sudah begitu populer dan memasyarakat, para perajin dan pengusaha batik di Pulau Madura semakin bergairah dalam memprodusi kain batik. Dan salah satunya kayanabatik yang merupakan salah satu produsen batik yang selalu menghadirkan motif-motif terbaru dan batik tulis madura yang mudah di jangkau.

Sebagai bentuk seni budaya, batik tulis Madura banyak diminati dan populer dengan konsumen baik lokal dan internasional. Motif batik tulis Madura memiliki keunikan sendiri untuk konsumen serta warna-warna yang terkesan berani. Gaya dan berbagai motif unik dan bebas. Batik Tulis Madura Memliki karakter yang kuat, yang dicirikan oleh warna bebas yang berani (merah, kuning, hijau muda). Tapi jarang tahu bahwa batik Madura mungkin telah lebih dari seribu motif dan paling terkemuka di pasar adalah batik tulis Madura.
Adapun sentra-sentra Batik Madura antara lain sentra batik tulis Tanjung Bumi di Bangkalan, sentra batik tulis Banyumas Klampar, Pamekasan dan sentra batik tulis Pekandangan Sumenep, sifat pribadi produksinya dilakukan di unit. Kebanyakan sentra batik madura merupakan usaha kecil menengah yang dikerjakan di rumah-rumah. Kegiatan membatik merupakan kegiatan mengisi waktu luang bagi ibu-ibu di sana. Pengusaha Batik Madura masih mempertahankan produksi tradisional, yang ditulis dan diolah dengan cara tradisional.

Motif Batik Madura

Batik Madura mempunyai ciri yang sangat khas tentang kehidupan dan lingkungansebagian besar mengambil motif binatang dan motiftanaman, seperti burungkupu-kupu dan bunga. Orangmengklasifikasikan batik Madura sebagai batik pesisir. Hasil batik madura terbaik terbuat dari sutera yang di batik dengan tangan, yang biasa di sebut batik tulis. Pengerjaan  batik madura tulis kadang-kadang membutuhkan waktu penyelesaian sampai beberapa minggu.Batik yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur, ini terkenal dengan keberaniannya dalam memadukan warna-warna cerah.  Hal tersebut membuat Batik Madura sebagai alternatif pilihan dari berbagai macam batik yang telah ada.

Bahan Mori Batik Madura

Mori adalah bahan baku untuk batik adalah katun. Kwalitet mori bermacam-macam, dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Karena kebutuhan Mori dari macam-macam kain tidak sama, keterangan dibawah ini barangkali bermanfaat juga.

1. UKURAN MORI
Mori yang dibutuhkan sesuai dengan panjang pendeknya kain yang dikehendaki. Udeng berukuran lebih atau kurang dari kebutuhan; oleh karena itu tidak dapat dipergunakan sesuai dengan pemakaian yang semestinya. Tetapi kain tidak pasti ukurannya. Maka yang disebut sekacu ialah ukuran perseginya mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lainnya. Maka lebar mori sangat menentukan panjang masing-masing jenis mori, meskipun jumlah kacunya sama. Cara mengukurnya pun hanya dengan jalan memegang kedua sudut mori pada sebuah sisi lebar dan menempelkan salah satu sudut tadi pada sisi panjang berseberangan sepanjang lebar mori. Kalau akan mengambil beberapa kacu, maka berganti-ganti tangan kiri dan kanan memegang sudut mori itu, menempelkan pada sisi panjang yang sama dengan menekuk mori.

2. KEBUTUHAN AKAN MORI
Kain dodot membutuhkan mori 7 kacu. Tetapi karena kain dodot mahal harganya, maka fungsi kain dodot para penari diganti oleh kain biasa yang cukup panjang. Kain nyamping membutuhkan 2 atau 2,5 kacu, menurut kesenangan atau besar kecilnya si pemakai. Udeng membutuhkan mori sekacu. Udeng jadi ialah udeng yang sudah terbentuk, tinggal pakai. Udeng jadi ini sebenarnya hanya membutuhkan kain setengah kacu, dan memotongnya secara diagonal. Dalam dalam hal udeng yang memakai dua macam motif itu, si pemakai bebas memilih motif mana yang ditaruh diluar untuk diperlihatkan.Kain kemben membutuhkan 5 kacu, dan dapat kurang atau lebih sesuai dengan besar kecilnya si pemakai. Tetapi banyak orang perempuan memakai kutang dan kemben bersamaan dan bahkan masih memakai baju (kebaya). Kain sarung membutuhkan 2 kacu.

3. MENGOLAH MORI SEBELUM DIBATIK
Pengolahan mori sebagai berikut:Mori yang sudah dipotong diplipit. Benang pakan ialah benang yang melintang pada tenunan. Setelah diplipit kemudian di cuci dengan air tawar sampai bersih. Di daerah Yogyakarta dan Surakarta mori dijemur sampai kering setelah dicuci bersih mori terus direbus.Cara merebus mori di daerah Blora. Lebih dahulu orang membuat Wantu, yaitu air yang dipanaskan dalam suatu wadah sebelum sesuatu barang yang direbus di masukkan didalamnya. Wadah untuk membuat Wantu diberi dasar di dalamnya, supaya barang rebusan tidak hangus. Sebagai wadah dasar tadi digunakan daun bambu, daun pepaya atau merang (tangkai bulir padi). Bahan-bahan tadi lebih baik dari bahan lainnya untuk dasar merebus sesuatu, karena meskipun hangus tidak akan mengerut dan arangnya tidak mengotori mori.Setelah wantu panas, mori bersih dimasukkan di masukan di dalamnya. Mori kemudian diangkat dan dicuci untuk menghilangkan kotoran sewaktu direbus. Mori menjadi lemas ; kemudian dikanji. Bahan kanji ialah beras. Air rebusan beras diambil dan dinamakan tajin. Ada yang memakai cara seperti didaerah Blora, tetapi ada juga dengan cara beras dijadikan tepung halus. Air saringan seukuran tadi hanya untuk mori sekacu.Mori kering sehabis dikanji akan mengerut dan kaku. Mori dilipat memanjang menurut lebarnya. Jika ingin motif parang-paragan, atau motif-motif yang membutuhkan bidang-bidang tertentu, maka mori digaris terlebih dahulu. Biasanya kayu garisan berpenampang bujur sangkar.

Mori yang dibatik motif semen tidak perlu digaris, langsung dirangkap dengan pola pada muka mori sebaliknya. Pola ialah suatu motif batik dalam mori ukuran tertentu sebagai contoh motif batik yang akan dibuat .Lilin atau malam ialah bahan yang dipergunakan untuk membatik.